Welcome Myspace Comments

Selasa, 12 Februari 2013

TULISAN PENDEK

BIO
Nama lengkapnya Muchammad Syahbudin Lail, biasa dipanggil Ayil. Dia anak ke 2  dari 3  bersaudara, lahir di Bekasi 13 Mei 1995. Berkediaman di Bekasi timur, Mustika Jaya perumahan Bumyagara blok C9 no. 6.
Tinggal bersama keluarga sederhana keturunan asli Indonesia campuran ras suku Betawi, Jawa, Sunda. Mempunyai ayah bernama Mohamad Ali dan ibu bernama Yati Kurniati.
Sejak kecil punya teman hayalan bernama Boti. Ayil mempunyai teman hayalan sejak kakaknya meninggal dunia di tahun 2000 dan dia menjadi anak sematawayang, betapa senang menjadi anak sematawayang ketika meminta apapun pasti dikabulkan oleh orangtua walaupun tidak pasti kapan terkabulnya.
Pada tahun 2003 di bulan April, Ayil mempunyai adik sebut saja namanya Firah. Semua perhatian orangtua-nya teralih ke adik-nya, Ayil mengerti kondisi tersebut.
Hingga saat ini mimpi Ayil adalah “gue mau menjadi seorang seniman yang sukses dan patuh kepada orangtua.” (semua orang tertawa mendengar dan membacanya).
Sekarang  Ayil sangat dikenal oleh teman-teman dan rekan-rekan di kotanya karena gaya, prinsif dan cara bergaul yang khas dari dirinya, Dia disegani. Dan ada yang menjaga jarak darinya itu hanya orang-orang yang tidak pandai bergaul dan tidak mengenal sisi dalam dari dirinya. Ayil juga cenderung 55% memiliki penyakit “Syndrome Asperger”.

BUKAN BERDARAH SENI
Ayil bukan terdiri dari keluarga seni dan tidak mempunyai bakat autodidak seni, semua berawal dari nol. Ayah dan ibunya adalah seorang wirausaha kelas menengah, namun Ayil ingin terlihat berbeda di dalam keluarga itu.
Ketika Ayil berumur 16 tahun ayah melihat aneh dengan pribadi Ayil yang berkesenian. “Seniman itu jarang yang memiliki kesuksesan !” ayahnya menyindir. “Seniman memiliki kesuksesan dunia dan batin dengan mewarnai dunia, mempunyai kejayaan, mempunyai ketenaran, dan semua lebih dari orang-orang berdasi yang sukses.” Ayil berbicara dan langsung pergi dari rumah untuk bermain.
Karena mencintai seni, Ayil pun mencintai seni aksesoris. Bukan karena untuk bergaya. Ayil mempunyai koleksi aksesoris dan gelang adalah aksesoris yang mayoritas dia miliki. Karena memakai gelang begitu banyak sampai-sampai Ayil diledeki seperti paranormal kebanyakan di Indonesia, namun Ayil menghargai penilaian dari teman-temannya dan orang sekelilingnya. “Orang awam nggak pernah ingin tahu...” terucap oleh Ayil. Murid yang berbeda penampilan di sekolah adalah Ayil. Hanya dia murid laki-laki di sekolahnya yang memakai aksesoris, itu sudah melanggar 1 poin tatatertib di sekolah. Sudah 5 kali aksesorisnya disita oleh gurunya, namun hal itu membuat Ayil tidak kapok untuk memakai aksesoris di sekolah. Pada saat Ayil baru datang memasuki kelas, tiba-tiba dicegat oleh walikelasnya. “Kamu memakai banyak gelang mau mengikuti gaya para preman ?” walikelasnya menegaskan Ayil. “Tidak, adanya para preman yang mengikuti gaya saya !” menegaskan balik kepada walikelasnya itu. Akhirnya beberapa lama kemudian tidak sengaja Ayil mendengar pembicaraan rapat para guru, membahas memberi kebebasan kepada Ayil untuk memakai gelangnya itu.
Ayil menjadi anak yang mempunyai khas berpenampilan yang sangat beda dari yang anak yang lainnya, karena itu semua orang yang ada di sekolah sangat mudah untuk mengenal Ayil.

BELAJAR DIBIDANG MUSIK
Sejak duduk di sekolah dasar kelas 3 sekolah dasar di tahun 2005 Ayil senang dengan pelajaran seni & budaya, menurutnya pelajaran seni adalah pelajaran yang paling menyenangkan. Dia berseru kepada teman-temannya “Seni lebih tua daripada aku dan kalian semua !” lalu semua teman-teman satu kelas menertawakannya karena tidak mengerti apa yang telah di bicarakannya. Dia senang dengan beberapa band papan atas pada masa itu seperti JAMRUD, DEWA 19, UNGU, PETERPAN.
Saking terobsesi dengan band tersebut Ayil belajar dan bermain gitar dengan temannya, lagu pertama kali yang di mainkan adalah lagu “PETERPAN – Semua tentang kita”. Berguru untuk memainkan dengan kunci-kunci dasar gitar hanya 2 Minggu, setelah itu Ayil meminta kepada ayahnya untuk dibelikan sebuah gitar.
Sejak masih sekolah dasar kelas 6 sekolah dasar, Ayil sudah mempunyai sebuah band tapi itu hanya untuk kesenangan belaka, Ayil menjadi Gitaris. Indra Dewo adalah teman satu bandnya yang sampai sekarang masih aktif bermusik dan sekarang Dewo menjadi Bassis + Growl Vokal di band Bloody Symphony yang bergenre Death Metal.
Lalu pada 2007, Ayil dan teman-teman satu tongkrongannya membangun sebuah band bergenre Heavy Rock bernama NO_ID dengan posisi gitaris namun tidak berlangsung lama dikarenakan ada perselisihan antar personel. Ayil belajar dibidang seni musik dengan beraneka aliran genre, seperti : Blues, Reggae, Ska, Jazzy, Alternative, Metal, Rock, Grunge. “Musik itu bebas, Universal dan semua orang suka musik.”, Pendapat Ayil.
Mempertahankan dan menambah ilmu tentang gitar dan bass. Sekarang Ayil mencoba masuk kedunia vokal solo dan Band.
Tidak hanya belajar bermain musik, Ayil juga senang mengulik lagu-lagu dan membuat lagu dengan gaya bermusiknya selalu ditemani dengan gitar acoustic, minuman kaleng A&W dan sebuah laptop miliknya.
Di tahun 2012 ketika Ayil duduk di kelas 2 SMK, bulan April sempat menggarap band dan menjadi vokalis disebuah band bergenre Alternative bernama “CABLE” tetapi Ayil tidak merasa nyaman karena semua personel “CABLE” tidak profesional untuk menggarap sebuah band, lalu bulan Mei dia di recruit menjadi vokalis disebuah band bergenre Grunge bernama “ASPERGER”.
Ayil sangat sependapat ketika membaca biografi singkat 1967-1994, Kurt Donald Cobain (musisi Grunge). Isinya bagi para musisi Seattle, “Sebuah musik bukan dinilai dari susunan iramanya tetapi dititikberatkan dari jiwanya. Musik haruslah perihal keyakinan atau hasil penglihatan dan perasaan dilingkungan pribadi ataupun masyarakat dunia. Musik jangan menjadi sebuah boneka seni yang terlalu kaku dan terkesan terlalu dipaksakan agar diterima oleh pasar.” 



Tidak ada komentar: